Kringgg.....Kringgg....Kringgg...
Kehenigan fajar pagi ini, pecah oleh alarm Smartphone yang masih
saja terkait oleh chargernya. Seketika terbangun dengan mata yang berat seperti
berbisik mengajak untuk melanjutkan tidur, kulihat jam sudah menunjukkan pukul
05.30 WITA. Masih dengan nada alarm yang lazim kudengar kucoba untuk mematikan
kembali dan berfikir sejenak, apakah alarm ini menyuruhku untuk bekerja??
Tapi kan ini hari libur?? Libur yang panjang mulai hari ini (Kamis, 17 Mei
2012) hingga Minggu...!! Ouh tentu saja ini hatiku senang bukan kepalang karena
alarm ini ternyata meyuruhku untuk liburan, bukan untuk BEKERJA!! Kali ini
aku suka sekali dengan bunyi alarm itu. Tapi tak usah berlarut-larut berbasa
basi membahas masalah alarm tadi, karena ada hal yang terpenting yang
benar-benar real terjadi pada hari ini, yang jelas bukan karena gw abis
ketemu Raisa dimimpi semalam...tapi tepatnya Liburan ke Pulau Samalonaaaaa!!!!
(angkat dagu sambil kibas rambut dengan latar matahari
terbit...jengg..jeengg!!). "Senang sih senang..!! tapi ingat Shalat Subuh
dulu dul... SUDAH SHALAT DULU SANAAHHH!! *korban iklan* ", tegur mama dari
balik pintu yang udah mulai kusam. Dan saya hanya bisa nyengir, sadar kalo
situasi lagi garing,,, *krakk!!.
Matahari perlahan - lahan menampakkan diri seakan-akan memberi
ucapan ke gw kalo hari ini CERAH MAS BEROOHH!!
Oke, gw ama temen-temen kantor
udah merencanakan untuk liburan ke Pulau Samalona, eh ga direncanakan
deng...malahan dadakan...justru yang direncanakan awalnya ke Taka Bonerate yang
katanya tak kalah indah dengan Bahari-bahari yang ada di kawasan Indonesia.
Kita sepakat kumpul dikantor jam 9 guna menyiapkan kendaraan dan logistik serta
beberapa perlengkapan lainnya termasuk gitar kesayangan Silva. :p
Setelah gw tiba di kantor,,,nampaknya beberapa teman sudah
datang dan masih menunggu temen-temen yang belum tiba di kantor, dari pada gw
boring nunggu yang belum pada hadir, ga ada salahnya kalo gw jelasin secara
umum yang namanya Pulau Samalona itu kaya gimana sih. Pada penasaran kan.... :p
Nah, Pulau Samalona adalah sebuah pulau kecil dengan gugusan pulau
karang yang berbentuk bundar dengan luas 2,34 hektar.di Selat Makassar, Pulau
Samalona tepatnya di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Secara
administratif, pulau ini termasuk wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Posisi lebih tepatnya berada di sebelah barat kecamatan Wajo, Makassar,
berjarak sekitar 2 km dan bisa dilihat dengan jelas dari kecamatan tersebut.
Pulau Samalona merupakan satu dari 11 pulau di Kota Makassar. Pulau ini sangat
terkenal sebagai tempat snorkeling dan menyelam.
Karang laut bertebaran di sekeliling pulau membentuk taman bawah
laut yang sangat indah dengan berbagai macam ikan berwarna-warni. Untuk menuju
pulau ini bisa menggunakan perahu nelayan (perahu dengan mesin tempel) dan
memerlukan waktu tempuh tidak lebih dari 0,5 jam. Di pulau ini berdiri sebuah
mercu suar yang digunakan sebagai tanda batas daratan bagi kapal-kapal berbadan
besar. (sebenarnya paragraph yang ini hasil googling hahaha)
![]() |
Dari Kiri ke Kanan : Adhe, Novi, Elo & Suami, Budhi, Sulwan, Diriku :p, Silva, Rini, Ewi, Iqbal & Vithe' (Mas Endi mana yak :p) |
Okeh semua temen-temen udah pada lengkap,,yah berkisar 13 orang
lah yang ikut. Mereka diantaranya ane sendiri...yang paling cakep tiada tara
(siapkan kresek buat muntah) Silva Ralesta, Vithe', Noviana Marinta (Jomblo
Pemula :p), Elok Prastiti dan suami (asek), Bang Endiyaksa (Jomblo Lapuk),
Bhudi, Sulwan, Iqbal bareng sangke' Ewi (eeaakk), Adhe & Rini (temen nya
Ewi dan Iqbal yang baru saja jadi temanku, sehingga temanku dengan temannya Iqbal, juga berteman sama temannya temanku.. | saya jadi pusing
membahas teman-teman). Ada yang pada kenal ga nama-nama diatas?? Ga penting
juga sih ente-ente maksa buat kenal,,,wong mereka bukan seleb wakakakak
#ditimpukpakesukhoi.
![]() |
Pose di tempat penyebrangan sebelum berangkat |
Lama perjalanan dari Makassar ke Samalona sekitar setengah
jam. Kapal yang dinaiki mampu menampung kita semua, padahal kapasitas hanya
untuk 10 orang saja. Gila gat tuh. Bener-bener sesuatu yang absurd. Selama perjalanan
dari menuju pulau cuaca saat itu sangat mendukung. Ombak tenang dan datar-datar
saja. Kadang kala gw memecah keheningan dengan canda gurau bertema Pacar – LDR –
JOMBLO! Sontak rombongan tertawa oleh ketiga perbandingan status ala banyolan
gw. Exs [ Pacaran : Berduaan di pantai, LDR : Telpon-telponan di pantai, Jomblo
: Ngambang di pantai kaya bangke ngapung]
Samalona sudah terlihat dari radius 200 meter, YAOWWOOHH
cantiknyoo pasir putih dengan balutan laut biru menambah daya tarik akan pulau
yang menurut gw surganya pulau [lebay deh]. Pemandangan
bawah laut sangat jelah terlihat. Ikan ikan kecil yang berenang di pinggir laut
terlihat jelas bergerombol. Pasir putih dan karang ikut menghiasi pemandangan
bawah laut. Sungguh memanjakan
mata dari hiruk pikuk kesibukan kantor mengingat rutinas didepan monitor
melulu. Apalagi mengingat tampang Pak Boss. ;p
Tapi sekali lagi YAOOWWWOOOHHH matahari terasa
sejengkal lagi dari kulit kepala. Panasnya menyengat kulit gw yang mulus halus
bersih dan putih [kalo ini asli lebay]. Menyesal
juga datang agak telat. Tapi tidak masalah yang penting hari ini gw
harus habiskan waktu hanya untuk menikmati panorama indah ini.
Keindahan P. Samalona |
Sampai juga di
Pulau Samalona. Di pinggir pulau, telah banyak wisatawan lokal yang berenang
dengan menggunakan snorkling. Perahu perahu speed juga banyak berjejer di
pinggir pulau. Samalona memang cantik. Pasir putih menghampar
di sekujur tubuh pulau ini, bersanding dengan air laut yang bening dengan warna
mulai dari biru muda di bagian yang dangkal, hijau tosca di bagian yang lebih
dalam dan warna biru tua di bagian yang sangat dalam. Banyak orang yang
memanfaatkan waktu untuk bersantai di sana. Mereka datang entah hanya sekadar
berenang dan bermain pasir, snorkling, main jet ski atau bahkan diving. Di
sekitar Samalona memang banyak spot diving yang katanya cukup menawan untuk
dipandang. Mengamati pulau ini
beberapa menit dan gw melihat papan nama dengan tujuh orang pemilik pulau ini. Wow
pasti mereka kerasan hidup disini lantaran jauh dari kehidupan metropolitan
yang penuh hiruk pikuk kehidupan yang absurd. Jadi kebayang, memiliki pulau
sendiri berdua sama Raisa dan hidup secara sederhana dengan anak dua yang satu
laki-laki dan satunya perempuan, membangun rumah dengan konsep rumah Hawaii dari
bamboo dan rumbia namun tetep eksotis nan romantis. Setelah itu gw duluan mati
lalu istri dan anak-anakku tetep melanjutin hidupnya. Indahnya hidup [bangun
wooii]
Setelah berkeliling ada beberapa penduduk sekitar yang
menyarankan tempat untuk berteduh salah satunya balai balai (tempat duduk dari
bambu) dengan harga 50 ribu satu hari. Tapi kalau mau pesan penginapan, bisa
dapat 200 hingga 750 ribu semalam. Kembali lagi dari kemampuan lobi. Dan
kami memutuskan untuk memesan penginapan. Kami pun mendapat penginapan 250
ribu, itupun setelah melakukan tawar menawar yang alot dengan mbak yang punya
guest house.
Tanpa babibu lagi gw langsung menyambar gitar dan duduk
dipasir tepat dibawah pohon, entah pohon apa itu yang jelas sangat rimbun dan
adem untuk menikmati lautan luas layaknya lapangan biru hijau yang indah sambil
melantunkan lagu-lagu favorit walau jadul tapi tetap menyatu dengan senandung disertai
angin sepoi-sepoi khas Samalona. Anak yang lain juga berhamburan dan tak mau
kalah menikmati pesona Samalona ini. Beberapa ada yang mengabadikan dirinya
dengan latar pasir putih dan karang koral yang indah. Dengan beberapa pose
andalan mereka bak model professional ala Paris. Entah dari mana mereka belajar
pose seperti itu [tiga serangkai Ewi, Adhe & Rini]. Tak lupa si Iqbal dan
Ewi gak mau kalah berpose ala pra wedding [maklum lagi hangat-hangatnya
hubungan asmara…ciee…ciee *gw ga sirik loh*]
Nikmati masamu kawan! Hahahah |
Puas melantunkan beberapa lagu. Gw dan temen-temen yang lain
tergoda tak ingin berlama-lama terjun ke pinggir laut. Dibawah teriknya
matahari pesona Samalona mampu meredam keluhan yang sempat terucap dari
bibirku. Beningnya air laut dan lembutnya pasir ini sungguh menggodaku untuk
berlama-lama bermain air.
Aktivitas tak semata-mata berendam dalam air asin doang. Kita
juga bisa melakukan snorkling untuk melihat keindahan bawah laut yang tak kalah
indahnya. Jika tidak memiliki alat snorkeling maka bisa menyewa alat snorkeling
dengan di bandrol 20 ribu saja sampai puas. Selain itu wahana banana boat juga tersedia,
untuk menikmati wahana itu kita perlu merogoh kocek sebesar 25 ribu per
orangnya.
Tertarik dengan wahana tersebut makan kami sepakat untuk
menunggangi si pisang air tersebut. Pelampung siap dan perahu pun mulai
menjalankan perlahan, dan makin kencang membelah lautan, tentu saja adrenalin
terpacu berdegup kencang kala ombak menghantam kami, dan petaka pun dimulai…
saking kencangnya banana yang kami tunggangi terhempas dilautan. Tak sempat
untuk teriak, kecelakaan kecil terjadi. Pipi kiriku terhantam ke kepala tengkorak
Iqbal yang tepat berada didepanku, gw mengapung di laut dan aku meringis
kesakitan, sangat sakit kawan. Rasanya seperti dihantam pake helm KYT. Dikondisi
mengapung aku hampir tak sadarkan diri, tabrakan hebat dengan tengkorak iqbal
membuat jantungku serasa terhenti, dan aliran darah melemah kaki gemetar dan
penglihatan agak gelap. Tapi kucoba memaksa untuk tetap sadar hingga Silva datang
menanyakan keadaanku. Dan mencoba menenangkan perasaan yang masih setengah
sadar itu.”Baik-baik jako??” pertanyaan yang absurd. Mana mungkin gw baik-baik
saja dikala meringis kesakitan kaya anak kecil kehilangan induknya. Maka wahana
tersebut pun dihentikan. Aku tertatih tatih dan menepi pantai. Meraba-raba pipi
kanan yang membengkak. Kapok dan lapar. Itu yang teringat dipikiranku saat itu.
[makanya ada istilah Makassar “takbangkana cipurukna” begitu kaget langsung
kelaparan Hahahah… ]
Karena lapar gw memutuskan untuk berhenti dan kembali ke
penginapan untuk makan siang, Nampak tiga serangkai (Ewi, Adhe & Rini)
masih asik dengan DLSR kesayangannya berpose tiada batas dan tiada henti kamera
itu berpacu mengutip mereka. Sambil memegang pipi gw cuma menyapa lesu lalu bergegas ke kamar mandi. Membersihkan seluruh badan
yang lengket entah karena keringat atau efek ari laut. Segarnya air payau mampu
menghilangkan sejenak rasa sakit dan lelah oleh aktivitas hari ini.
![]() |
Tiga Serangkai : Adhe. Ewi & Rini (teman baru mendadak jadi super model -,-) |
Satu kata buat Adhe ~~> NUSUKKKK :p |
Sore hari air mulai surut, nampak karang-karang mulai
mengintip dibalik dibalik permukaan air yang tenang. Kami pun mulai jalan-jalan
menyusuri karang yang sudah dangkal itu, mencoba mengabadikan momen bahagia
itu, momen bersama mereka, bersama sahabat sungguh tak terungkapkan dengan
kata-kata. Di Samalona ini kudapat merasakan yang namanya senyum kepada alam dimana
selama ini muka kusam selalu nampak disaat rutinitas kerja berlangsung [ kaya
ginilah contoh senyumku J ]
Setelah
menjalani aktivitas seharian di Pulau Samalona, kami pun kembali ke Makassar
dengan perasaan senang. Ada kenangan yang tersisa. Bepergian seperti ini,
membuat kita bisa rehat sejenak. Merefresh diri untuk kembali fit lagi esok
harinya.
Untuk teman teman
yang lain. Selamat berlibur. Semoga setiap hari menjadi hari yang menyenangkan.
Cayyo. Chibi chibi chibi haa haaa haaa
[NB : kalo chibi chibinya itu cuma fiktif. Ga benar adanya
itu :p]
hahhahahahaaaa......
BalasHapussemua jempoll untuk postingannya.....
mallnyusss nyusss.....
Kamseupayy dehh :D
satu kata buat Adhe "NUSUUUKKKK" :P
Hapus